
Pilar Asoka adalah pilar yang dibangun oleh Raja Asoka, seorang Maharaja sepanjang sejarah India yang lair ± 500 tahun setelah Buddha Parinibbana.
Pembangunan Pilar Asoka adalah sebagai bentuk penghormatan Raja Asoka terhadap Guru Buddha Gotama, karena berkat Dhamma yang diajarkan-Nya menyadarkan sang raja untuk hidup sesuai Dhamma dari kekeliruanya membasmi sanak saudaranya dan menaklukan kerajaan-kerajaan disekitarnya.
Pilar Asoka perlambang perdamaian dan kerukunan Umat Beragama sarat akan pesan Dhamma yang tertuang dalam ukiranya yang indah, seperti : Roda Dhamma yang melambangkan Kebenaran Mulia yang diajarkan Sang Buddha, Gajah melambangkan kelahiran Bodhisatta dalam mimpi Ratu Siri Mahamaya Dewi, Kerbau melambangkan tekad dan keperkasaan Pangeran Sidattha Gotama, Kuda melambangkan Pelepasan Agung menunggangi Kuda Kanthaka dan Singa melambangkan Buddha adalah Raja Dhamma seperti Singa sang raja rimba.
Dekrit Maharaja Asoka
Dekrit Perdamaian dan Kerukunan Hidup Beragama

“JANGANLAH KITA MENGHORMAT AGAMA SENDIRI DENGAN MENCELA AGAMA ORANG LAIN.
SEBALIKNYA, AGAMA ORANG LAIN DIHORMATI ATAS DASAR-DASAR TERTENTU.
DENGAN BERBUAT DEMIKIAN, KITA TELAH MEMBANTU AGAMA KITA SENDIRI UNTUK BERKEMBANG,
DI SAMPING MENGUNTUNGKAN PULA AGAMA LAIN.
DENGAN BERBUAT SEBALIKNYA, MAKA KITA AKAN MERUGIKAN AGAMA KITA SENDIRI
DI SAMPING MERUGIKAN AGAMA ORANG LAIN.
OLEH KRENA ITU, BARANG SIAPA MENGHORMAT AGAMANYA SENDIRI DENGAN MENCELA AGAMA
ORANG LAIN SEMATA-MATA KARENA DORONGAN RASA BAKTI KEPADA AGAMANYA SENDIRI DENGAN BERPIKIR: ‘BAGAIMANA AKU DAPAT MELUPAKAN AGAMAKU SENDIRI’, MAKA DENGAN BERBUAT DEMIKIAN IA MALAH MERUGIKAN AGAMANYA SENDIRI.
OLEH KARENA ITU, TOLERANSI DAN KERUKUNAN BERAGAMALAH YANG DIANJURKAN, DENGAN PENGERTIAN, BAHWA SEMUA ORANG
SELAIN MENDENGARKAN AGAMANYA SENDIRI
HENDAKNYA BERSEDIA PULA MENDENGARKAN AJARAN YANG DIANUT OLEH ORANG LAIN…”